oleh

Warga Yang Terpapar Covid-19 Varian Delta Dinyatakan Sembuh.

Sample 5 orang kontak erat dikirim ke Balitbangkes.

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bulungan, Syarwani membenarkan satu orang warga asal Kecamatan Tanjung Selor terpapar virus Corona B1617.2 atau varian Delta dari India. Namun pihaknya menegaskan, warga yang terpapar tersebut dinyatakan telah sembuh dan selesai menjalani perawatan pada Juni 2021 lalu.

“Warga yang terpapar covid-19 ini  sudah sembuh dan kasusnya sudah sebulan yang lalu, kita baru mengetahui kalau ia terpapar varian Delta dari hasil realese Tim Satgas Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) pada Selasa 20/7/2021,” ungkapnya kepada disway Kaltara, Jumat (23/7/2021.

BACA JUGA:  BNPT Melaksanakan Giat Monitoring Perlibatan Masyarakat Dalam Pencegahan Terorisme

Lanjutnya, dari hasil penelusuran atau tracing oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, lima orang yang dinyatakan kontak erat telah diperiksa dan sample  pemeriksaannya pun telah dikirimkan ke Balitbangkes.

“Saya juga telah memerintahkan Dinkes untuk menelusuri asal terkonfirmasinya virus varian delta yang sempat terpapar ke warga ini, kita berharap lima warga yang kontak eratnya ini hasil PCR nya segera keluar,” jelas Bupati.

BACA JUGA:  Kemensos Lindungi Kelompok Anak Rentan

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, sebelumnya dilakukan pemeriksaan 32 spesimen. Yang diambil dari 5 kabupaten/kota, dan dikirim ke Balitbangkes Kementerian Kesehatan pada 24 Juni lalu.

Warga yang terpapar varian Delta tersebar di lima kabupaten/kota. Yakni Tarakan 2 orang di Tarakan, 3 orang di Tana Tidung, dan masing-masing 1 orang di Bulungan, Malinau, serta Nunukan.

BACA JUGA:  Wien Kusharyoto: Mutasi N439K Menyebabkan Virus SARS-CoV-2 Penyebab COVID-19

Dari hasil pemeriksaan 32 spesimen tersebut, baru 12 spesimen yang telah dilakukan pemeriksaan. Sementara 20 lainnya, akan diperiksa lebih lanjut di Balitbangkes. Yakni pemeriksaan Whole Genum Sequencing (WGS).

Dari 12 spesimen yang telah selesai pemeriksaan, kata Agust, 8 di antaranya merupakan varian Delta.

“Dengan penemuan 8 varian baru yang menurut pendapat ahli cenderung lebih kuat penularannya, maka dimungkinkan telah terjadi penyebaran pada kontak erat lainnya,” kata Agust.(vr)

 

Komentar

News Feed