oleh

Anggota DPD RI Hasan Basri Minta Kemenkes Kirim stok Tambahan Vaksin ke kaltara.

Dukung Perpanjangan PPKM Darurat asal Kebutuhan Masyarakat diperhatikan.

TANJUNG SELOR – Pemerintah akhirnya memutuskan untuk melakukan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli mendatang. Keputusan ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam keterangan pers yang disiarkan melalui saluran Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7) lalu. Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyatakan bahwa bila hingga waktu tersebut tren penurunan kasus Covid-19 terus berlanjut, maka pelonggaran kegiatan masyarakat akan dilakukan secara bertahap.

Menyikapi hal ini, wakil ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mendukung keputusan itu dengan catatan pemerintah dapat memperhatikan kebutuhan masyarakat yang terdampak kebijakan PPKM.

“Saya mendukung kebijakan Pemerintah untuk memperpanjang PPKM Darurat tersebut. Asalkan tetap memperhatikan adanya penyaluran bantuan pangan, bantuan sosial, bantuan perekonomian dan dukungan lainnya. Hal ini agar betul-betul diperhatikan dan dipetakan dengan baik, benar dan berkeadilan” kata anggota DPD RI asal Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat (23/7/2021).

BACA JUGA:  Menparekraf Melepas 30 siswa Danau Toba Magang ke Bali

Dijelaskannya, jaring pengaman sosial, ekonomi, dan kesehatan perlu jadi prioritas utama pemerintah khususnya pemerintah daerah (Pemda) seperti di Kaltara. Saluran bantuan harus tepat, cepat, dan berkeadilan. Sementara itu pemerintahan tingkat paling bawah, yaitu desa dan kelurahan agar diberdayakan secara maksimal, agar penyaluran segala bantuan untuk masyarakat di RT dan RW dapat berjalan dengan baik.

“Kita sekarang ini berada dalam keadaan dan kejadian yang luar biasa. Karenanya sikap tindak kita untuk menyelamatkan kesehatan, sosial, ekonomi dan keamanan masyarakat pun harus dengan perencanaan dan pelaksanaan yang luar biasa” jelasnya.

ia pun meminta, agar target vaksinasi oleh pemerintah terpenuhi dengan memperbanyak outlet vaksinasi termasuk distribusi vaksin ke daerah harus berjalan dgn baik termasuk di Kaltara.

BACA JUGA:  Wali Kota Tarakan Meresmikan Perumahan Nawacita dan Graha Nawacita

“Jangan sampai stok vaksin di daerah menipis atau kosong sehingga program vaksinasi terhenti seperti yang terjadi di Kaltara,” tegasnya.

Dikatakannya, kondisi stok vaksin yang habis seperti yang terjadi di kota Tarakan dan Bulungan telah ia laporkan ke kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta dan direspon oleh menteri kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin.

“Kondisi ini telah dilaporkan ke menkes dan direspon dengan baik, infonya kebutuhan stok vaksin di Kaltara sudah dikirimkan dua hari yang lalu Kemudian akan dikirim lagi pekan depan. Diharapkan, daerah-daerah di Kaltara bisa segera menerimanya dan program vaksinasi berjalan dengan baik apalagi vaksin juga diberikan ke anak-anak,” tegasnya.

BACA JUGA:  Menparekraf Pastikan Prokes Di Zona Hijau Bali

Ditegaskannya, penerapan PPKM oleh pemerintah di Kaltara selama ini dilakukan pendekatan keamanan secara Humanis kepada masyakarat yang didukung sikap gotong royong. Selain itu menghadapi pandemi Covid-19 ini, masyarakat didorong agar tetap realistis dan jujur dengan kondisi yang ada. Tidak boleh terlalu optimis sampai lalai dengan protokol kesehatan, juga tidak boleh pesimis yang malah berdampak pada kesehatan mental serta imunitas tubuh.

“Karena itu jika tren kasus terus mengalami penurunan maka tanggal 26 Juli 2021 nanti, pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap apalagi pemerintah mengaku telah mendengarkan masukan masyarakat dan akan membuka kegiatan ekonomi kembali secara terbatas yang pengaturannya akan dilakukan oleh pemerintah daerah. Tapi, masyarakat harus konsisten dan taat pada protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi,” pungkasnya.(vr)

Komentar

News Feed