oleh

Setujui Pemekaran desa Salimbatu dan Tanjung Buka.  

TANJUNG SELOR – Dua desa di Kecamatan Tanjung Palas Tengah yakni desa Salimbatu dan Tanjung Buka telah diusulkan untuk dimekarkan menjadi delapan desa baru diantaranya desa Salimbatu sembiar, tanjung makmur, tanjung, tanjung baru, Mara dua dengan desa Induk di Salimbatu kemudian Tanjung makmur, Desa lumbuk (teluk) nangka, tanjung baru, lumbuk pengantin dan desa sungai tuan yang berinduk di desa Tanjung Buka.

Dalam rapat dengar pendapat (hearing) di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan, Camat Tanjung Palas Tengah, Mahmmudin menjelaskan, dari delapan desa yang diusulkan enam desa telah memiliki dokumen persyaratan yang lengkap sementara dua desa lainnya belum lengkap.

“Enam dari delapan desa yang diusulkan datanya sudah lengkap, namun data yang masuk ke Pemkab dan DPRD ini masih menggunakan data lama seperti yang dipegang oleh kepala desa salimbatu dan Tanjung buka saat ini. Kami hanya melanjutkan saja berdasarkan data yang ada sejak tahun 2017 lalu,” ungkapnya, Senin (5/7/2021)

Dalam rakor bersama kepala desa (Kades) dan Camat se Kaltara, lanjutnya, persoalan moratorium pemekaran desa oleh kementerian dalam negeri akan dicabut pada desember 2020 hal ini yang menjadi dasar untuk mengusulkan kembali pemekaran desa.

BACA JUGA:  Kota Ponorogo-Jatim Jalani Vaksinasi COVID-19 di Mal

“Sekarang kita kembali kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bulungan untuk kembali memproses usulan desa baru tersebut,” jelasnya.

Sementara itu Kades Salimbatu Asnami mengungkapkan, desa yang berdiri sejak 1901 itu memiliki wilayah cukup luas berada tidak dalam satu hamparan dan memiliki pulau kecil.

“Sejak berdiri Desa Salimbatu belum pernah dimekarkan dan saat ini memiliki sekitar 1000 kepala keluarga sehingga perlu untuk dimekarkan, kondisi ini juga menghambat pembangunan desa apalagi dimasa pandemi covid-19 ini dana desa (DD) dari pemerintah habis digunakan untuk bantuan langsung tunai (BLT). Meski sama nilainya (DD) dengan desa terdekat tapi jumlah penduduknya berbeda, sehingga desa yang jumlah penduduknya sedikit bisa membangun,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Omzet Judi Ratusan Juta per Hari, Amankan wanita membawa 300 gram Sabu

Sementara itu ketua DPRD Bulungan, Kilat menegaskan, pihaknya mendukung penuh pemekaran desa yang diusulkan masyarakat itu namun desa induk diharapkan berkomitmen untuk siap memberikan anggaran untuk desa persiapan selama 2 tahun.

“Kita mendukung pemekaran desa ini, sebelum dimekarkan diharapkan pemda melalui OPD terkait dapat menetapkan desa yang diusulkan itu sebagai desa persiapan lebih dulu,” pungkasnya.(vr)

Komentar

News Feed