oleh

Membangun Jalan Perbatasan RI-Malaysia di Kaltara butuh Anggaran Rp 2 Triliun.

TANJUNG SELOR – Satuan Kerja (Satker)  Jalan Perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tahun ini akan melanjutkan kembali pembangunan jalan diperbatasan RI-Malaysia.

Kepala Satker Jalan Perbatasan,  Yudi Gusriansyah mengungkapkan, dari 43 Kilometer jalan di perbatasan sudah  33 kilometer beraspal dari Malinau ke arah Semamu dan dari Long Midang ke Long Bawan sudah ada 10 kilometer.

“Tapi belum maksimal untuk itu dilakukan target khusus berupa penurunan grid atau cut and fill Gunung Jembolon yang telah dikerjakan oleh Adhi Karya. Kemudian dilakukan pelelangan lagi ada 2 kegiatan yaitu penurunan Gunung Seluhut,” ungkapnya, Senin (29/2/2021).

Baca Juga  Pemprov Kaltara Hadirkan 2 Perempuan Inspiratif

Dari sepanjang jalan itu, lanjutnya, terdapat sungai yang harus dibuatkan jembatan kemudian grid yang tinggi pun harus diturunkan.

“Jadi harus bertahap, makanya harus tembus dulu baru ada aspal di perkampungan, kita membangun dari ujung ke ujung,” jelasnya.

Ditegaskannya, untuk target jalan itu bisa digunakan jika hambatan dari Gunung Jembolon dan Gunung Seluhut sudah turun. Di mana penurunannya variasi ada 30 sampai 40 meter setiap gunung.

Baca Juga  Kerja Sama Tingkatkan SDM di Kaltara

“Hanya saja bertahap kita ada MYC tahun ini dari Seluhut, jadi penurunan grid saja dulu ini, setelah itu peningkatan lapisan permukaannya dari agregat baru aspal. Sehingga untuk proyek ini membutuhkan biaya dan kesabaran,” jelasnya.

Ia menjelaskan, anggaran yang digunakan untuk membangun perbatasan itu belum diketahui angka pasti apalagi sempat dilakukan peralihan dari Kaltim hingga Kaltara. Namun, akhir tahun ini akan ada  Multi Years Contrak (MYC) sekira Rp400 miliar.

“Estimasi kebutuhan anggaran yang dibutuhkan sesuai standar Bina Marga itu mencapai Rp 2 hingga 3 triliun. Untuk yang sekarang pada 2 gunung ini hanya Rp 600 miliar yang layak. Sebenarnya sudah bisa dilewati, kita hanya mengurangi tingkat kesulitan, mudahan 3 tahun kedepan kesulitan itu sudah berkurang,” jelasnya.

Baca Juga  Penyuntikan AstraZeneca Sulut Dilanjutkan

Ia menambahkan, kegiatan prioritas membangun juga akan dilakukan pada pembangunan jalan akses di Malinau ke perbatasan seperti pembangunan jalan paralel perbatasan dari Sungai Boh, Metulang, Long Nawan, Long Kemuat dan Langap hingga Malinau.

“Ini panjangnya sekitar 600 kilometer, ini juga bertahap ada 10 kilometer ada 15 kilometer,” pungkasnya. (*)

Editor : Victor Ratu

Komentar

News Feed