MALINAU – Grup Bangen Tavai berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Tari Tradisional Sampe’ yang digelar dalam rangka memeriahkan Irau ke-12 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara).
Perlombaan itu berlangsung di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Malinau pada Kamis (22/10/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang menampilkan kekayaan seni dan budaya lokal.
Sebanyak lima grup mengikuti perlombaan tersebut, yakni SMAN 8 Malinau, Bangen Tavai, Lamin Ora Et Labora, Tane Olen, dan Bila Kalong. Satu grup lainnya mengundurkan diri sebelum perlombaan berlangsung.
Para peserta menampilkan kemampuan terbaik dalam membawakan Tari Tradisional Sampe’. Setelah melalui proses penilaian, Bangen Tavai berhasil unggul dan keluar sebagai juara pertama.
Bupati Malinau Wempi W. Mawa mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam perlombaan itu.
“Saya melihat kegiatan seni dan budaya seperti ini penting untuk menjaga kelestarian tradisi sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur,” kata Wempi.
Wempi mengatakan, seni tari tradisional Malinau memiliki potensi untuk dikenal lebih luas, termasuk di tingkat internasional. Ia mencontohkan penari daerah yang pernah mewakili Indonesia untuk tampil di Amerika Serikat.
“Teruslah menari, teruslah cintai budayamu, karena budaya adalah kita dan kita adalah budaya itu sendiri,” ujar Wempi.
Ia berharap generasi muda terus mengembangkan kemampuan di bidang seni sekaligus mengambil peran aktif dalam melestarikan budaya daerah.
“Dengan begitu, tradisi yang diwariskan para leluhur tetap terjaga dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya,” tutupnya.
Diketahui, lomba Tari Tradisional Sampe’ menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan budaya Malinau kepada masyarakat luas melalui rangkaian perayaan Irau ke-12 dan HUT ke-27 Kabupaten Malinau.(adv)
Editor : ratu











