oleh

SIAP tegaskan Membangun Bulungan mengacu pada RPJPD dan Gunakan Bonus Demografi

JAKARTA – Debat publik sesi ketiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bulungan, Minggu, 22 November 2020 lalu, berlangsung sengit. Empat pasangan calon saling mengeluarkan gagasan untuk menarik perhatian masyarakat Bulungan pada pertarungan pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2020 nanti.

Empat pasangan calon bupati dan wakil bupati yang berdebat pada acara yang diselenggarakan di grand studio metrotv, Jakarta,  terdiri atas pasangan Syarwani-Ingkong Ala, Sigit Muryono-Markus Juk,  Najamuddin-Ari Yusnita dan Pasangan Joko Susilo-Kosmas Kajan.

Tema debat pada debat putaran terakhir itu membahas tentang penyelesaian Persoalan di daerah,  Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan serta Strategi Penanganan, Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, Narkotika dan korupsi.

Yang menarik dalam debat kali ini, tiga paslon yakni nomor urut 2,3 dan 4 tampak menyindir paslon nomor urut 1 yang cawabupnya (Ingkong Ala) sebagai petahana. Mereka menyindir calon petahana tidak mampu membangun infrastruktur di daerah akibat minimnya APBD,  program pembangunan dan visi misi masih menggunakan yang lama selain itu program pertanian yang tidak maju.

Baca Juga  Gubernur Buka Parade Scooter Borneo ke XVIII

Ingkong Ala sebagai Cawabup Petahana terlihat tenang menjawab kritik para saingannya. Ia menegaskan, untuk membangun kedaulatan Pangan pada perencanaan pembangunan harus mengacu pada UU 25 tahun 2004, serta PP 8 Tahun 2008 didalamnya terkait dengan Pembangunan yang berkelanjutan.

“Acuannya adalah RPJPD, sehingga proses estafet pembangunan selalu terarah. RPJPD Bulungan 2005-2025 ingin mewujudkan Bulungan sebagai pusat ekonomi berbasis Agroindustri, sehingga visi tentang kedaulatan pangan wajib dilanjutkan. Untuk penguatan kedaulatan pangan agar maju dan sejahtera, yang dilakukan kedepan melalui Program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Mandau Tani), Satu Desa Satu Produk, serta Jaminan Hasil Produksi Pertanian. Dan untuk penguatan SDM akan dilaksanakan program Mantera (Mandiri dan Terampil) Bulungan Berdaulat, ” jelas Ingkong Ala.

Baca Juga  Penandatanganan PKS Optimalkan Pungutan Pajak Pusat dan Daerah

lanjutnya, 15 Program Prioritas adalah solusi untuk persoalan daerah yang Ada di Bulungan. Terkait pembangunan nfrastruktur, pihaknya berupaya meningkatkan infrastruktur dengan pengalokasian belanja Pembiayaan untuk belanja infrastuktur selalu diupayakan dalam APBD Kabupaten Bulugan, setidaknya kurang lebih selama 4 tahun terakhir telah dilakukan pendanaan sebesar Rp. 66.764.133.283,- untuk pembangunan jalan dan jembatan; Rp. 298.088.654.771,- untuk peningkatan jalan dan jembatan; Rp. 9.486.499.000,- untuk pemeliharaan jalan dan jembatan; serta Rp. 64.253.609.272,-

“Tahun 2020 kondisi jalan baik di bulungan sepanjang 120,584 km (26,51%), sedang 93,015 km (20,45%),  jalan rusak ringan 139, 312 km (30,63%), Rusak berat 101,98 km(22,42%).  ” jelasnya.

Sementara itu Syarwani (cabup)  menegaskan,  untuk Penguatan Ekonomi pihaknya akan lakukan Bonus Demografi atau Demographic Devidend dimana menurut  UNFPA (United Nation Population Fund) merupakan pertumbuhan ekonomi yang tercipta akibat perubahan struktur umur penduduk (15-65 tahun). Untuk itu pasangan SIAP menawarkan kepada masyarakat Bulungan,  penguatan sektor ekonomi kreatif serta penguatan SDM yang berdaulat dan adaptif dalam menghadapi perubahan global. Dari aspek penguatan SDM di tawarkan Beasiswa Vokasi Berbasis Potensi Wilayah, Mantera Bulungan Berdaulat; dan untuk aspek penguatan kami tawarkan program Mitra Bulungan Berdaulat, Kredit Mesra, Desa Inovatif, serta Desa Pintar Desa Digital.

Baca Juga  Global Tourism Forum  Annual Meeting, Bali dibanjiri CEO Industri Pariwisata Dunia dari Berbagai Negara

“Kondisi eksisting saat ini, Kabupaten Bulungan telah memiliki sentra-sentra pangan berdasarkan potensi wilayah, salah satu hasil yang dapat dilihat adalah Bulungan memiliki Produk Beras Enggang dari Desa Sajau Hilir, serta Varietas Bera Sungai Kayan yang Telah dipatenkan,” pungkasnya. (*)

Komentar

News Feed