oleh

DPMD Bulungan Perkuat Peran Pendamping Desa

TANJUNG SELOR — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bulungan menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola dan kemandirian desa. Langkah ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Pendampingan Desa di Gedung Bappekot Bulungan, beberapa waktu lalu.

Kepala DPMD Bulungan, Sigit Raharjo mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum koordinasi, namun juga menjadi ajang evaluasi kinerja pendamping eksisting sekaligus pembekalan bagi 22 pendamping desa baru yang akan segera bertugas di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya peran strategis pendamping desa sebagai garda terdepan pembangunan.

Baca Juga  Ajak Tokoh Masyarakat Menghidupkan Semangat Gotong Royong

“Pendamping desa adalah mitra pemerintah daerah sekaligus penggerak utama dalam memastikan program-program pembangunan desa berjalan sesuai arah visi ‘Bulungan Berdaulat, Unggul, dan Berkelanjutan,’” ujar Sigit.

Sigit juga bilang bahwa setiap pendamping harus menjadi motor percepatan pembangunan di desa.
“Kehadiran pendamping desa harus mampu mengakselerasi perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan kegiatan di desa. Pastikan penggunaan Dana Desa berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Selain itu, rakor ini juga jadi momentum penting setelah adanya pergantian sejumlah pendamping lama yang kini resmi diangkat sebagai PPPK. DPMD Bulungan pun menyambut 22 pendamping baru yang akan melanjutkan estafet pendampingan di desa.

Baca Juga  KPK Jadwalkan Periksa Wali Kota Batu

“Ini siklus positif. Pengalaman para pendamping di lapangan telah mengantarkan mereka ke jenjang karier yang lebih baik. Kini, rekan-rekan baru harus melanjutkan peran strategis itu,” ungkap Sigit.

Dijelaskan, kegiatan pembekalan ini para peserta mendapatkan materi tentang regulasi terbaru desa, teknik fasilitasi RPJMDes dan RKPDes, serta strategi pendampingan ekonomi lokal dan penguatan kapasitas aparatur desa.

Selain itu, Rakor juga dimanfaatkan untuk evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan pendampingan sebelumnya, mencakup isu-isu seperti legalitas aset desa, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan sinkronisasi program desa dengan program kabupaten.

Baca Juga  IKM Ciptakan Produk Inovatif

“Saya berharap dengan evaluasi berkelanjutan dan penambahan SDM baru yang telah dibekali kemampuan teknis, kualitas pendampingan di 74 desa se-Kabupaten Bulungan akan semakin meningkat,” tegas Sigit.

“Target kita bukan hanya menyelesaikan administrasi. Rekor sesungguhnya adalah bagaimana menjadikan desa-desa di Bulungan sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal,” pungkasnya.(*)

 

Penulis :

News Feed