oleh

Listrik dan Air Bersih Sudah Diperhatikan Ari Yusnita, SMS akan buat standar Upah Guru Honorer.

JAKARTA – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3 di Pilkada Bulungan, Najamuddin-Ari Yusnita pada debat publik ketiga yang digelar KPU Bulungan di studio utama televisi (TV) swasta nasional (Metrotv) di Jakarta tampil cemerlang pada Minggu (22/11/2020).

Ari Yusnita yang pernah menjabat anggota komisi VI DPR RI itu mengajukan pertanyaan ke paslon Sigit Muryono-Markus Juk (nomor urut 2) tentang listrik di Kabupaten Bulungan mengenai program Bulungan Bersinar, atau hal yang berketaitan dengan listrik dan air bersih di Bulungan. Meski telah mampu dijawab dengan baik oleh Paslon nomor urut 2 yang mengatakan, akan lakukan sinergisitas antar pemerintah pusat dan pengusaha Bulungan untuk memperbaiki masalah listrik dan air bersih.

Namun, jawaban itu tidak membuat Ari Yusnita puas dengan jawaban itu. Ia pun menanggapinya dengan mengatakan apa yang akan dilakukan oleh Paslon 2 itu semuanya hampir pernah ia lakukan saat menjabat sebagai wakil rakyat di Senayan.

Baca Juga  Warga14 Desa di Lima Kecamatan Malinau Dukung Zainal-Ingkong Ala.

“Kalau air bersih itu memang masih ada beberapa wilayah di Bulungan yang sulit mendapatkannya. Tapi dari pada harus repot harus ke PDAM, lebih baik kita berikan sumur bor kepada warga untuk mendapatkan air bersih, dan itu yang saya dulu lakukan,” kata Ari Yusnita seperti dilansir benuanta.co.id group siberindo.co.

Ia menjelaskan, upaya membenahi masalah kebutuhan listrik di Kabupaten Bulungan telah ia lakukan seperti meminta kepada pemerintah dan pihak PLN untuk melanjutkan kembali proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Gunung Seriang serta memberikan bantuan lampu solar dengan berbagai macam manfaat kepada warga pelosok, yang sulit terjangkau jaringan listrik.

Baca Juga  Datu Iman-Chieto Karno Terima Rekomendasi B1KWK Partai Demokrat

“Saya sudah lakukan semua itu, saat menjabat saya berikan masyarakat solusi dengan lampu pijar solar yang fungsinya tidak hanya memberikan penerangan rumah, tapi juga untuk kebutuhan listrik lainnya karena bisa menyimpan daya listrik. Selain itu, ada lampu solar jalan dan ada PLTU Gunung Seriang yang anggarannya berkat kerja keras saya, sudah selesai 70 persen. Saya yakin jika nantinya selesai pasti masalah listrik di Bulungan bisa teratasi,” jelasnya.

Sementara itu terkait dunia pendidikan, paslon Sigit Muryono-Markus Juk (nomor 2) mengatakan. Pembangunan dunia pendidikan tidak lepas dengan kebutuhan  infrastruktur sekolah dari jenjang PAUD hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang kualitas pembangunannya di daerah pedalaman maupun di perkotaan harus seimbang.

Baca Juga  ZIYAP yakin menang di Pilgub Kaltara

“ini sesuai dengan program dan visi-misi kami terkait pembangunan dunia pendidikan. Bangunan tidak ada yang boleh bobrok karena itu rumah generasi kita untuk belajar dan itu yang akan kita lakukan jika terpilih nanti,” kata Sigit.

Dilanjutkan oleh calon wakilnya Markus Juk juga menjelaskan kedepannya tidak akan ada lagi guru honorer yang tidak dimanusiakan karena adanya perbedaan pendapatan antara guru honorer 1 dengan guru honorer lainnya.

“Jika mau guru honorer sejatera maka, gaji lah yang utama. Makanya kita berkomitmen untuk meratakan gaji guru honorer kedepannya. Artinya jika kami terpilih, gaji honorer guru di Kabupaten Bulungan akan kita buatkan standar dengan upah minimum. Agar tidak ada lagi guru honorer yang digaji berdasarkan jam kerja,” pungkasnya.(*)

Komentar

News Feed