oleh

Sekprov Kaltara Ingatkan Administrator Jadi Motor Inovasi Pelayanan Publik

TANJUNG SELOR – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto menegaskan, pejabat administrator harus menjadi motor inovasi dan penggerak perubahan dalam mewujudkan birokrasi yang profesional serta pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Penegasan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IX Kelas Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Senin (20/7/2026).

Denny mengatakan, Pelatihan Kepemimpinan Administrator itu bukan sekadar memenuhi kewajiban pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), tetapi menjadi sarana membentuk pemimpin birokrasi yang mampu menjawab tantangan pemerintahan yang terus berkembang.

“Pelatihan ini bukan sekadar memenuhi ketentuan administratif, tetapi memiliki makna strategis dalam membentuk pemimpin birokrasi yang adaptif, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman,” kata Denny.

Baca Juga  Polda Kaltara Gelar Deklarasi Pemilu Damai 2024

Denny bilang, pejabat administrator memegang posisi strategis sebagai middle manager yang menerjemahkan kebijakan pimpinan menjadi program dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Administrator merupakan mesin penggerak organisasi. Mereka menjadi penghubung antara visi strategis pimpinan dengan implementasi nyata di lapangan. Karena itu, kualitas kepemimpinan administrator akan menentukan keberhasilan organisasi,” ujarnya.

Denny menilai tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks. Karena itu, ASN dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mempercepat transformasi digital, dan menghadirkan pelayanan yang efektif.

“Pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan berbasis digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Masyarakat menuntut birokrasi yang responsif dan mampu memberikan solusi,” tegasnya.

Baca Juga  Wagub Yansen TP Hadiri Mubes XI Pebekat Tawai Bakung

Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus melahirkan inovasi di lingkungan kerja masing-masing.

“Jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk menjadi pemimpin transformasi digital di unit kerja masing-masing. Jangan hanya membawa pulang sertifikat, tetapi juga membawa perubahan yang nyata,” tuturnya.

Denny juga mengingatkan agar pejabat administrator tidak terjebak pada pola kerja yang monoton dan birokratis.

“Administrator tidak boleh menjadi penghambat perubahan, tetapi harus menjadi penggerak inovasi, mampu mengambil keputusan yang adaptif, dan menjadi teladan dalam membangun budaya kerja modern yang berorientasi pada hasil,” ucap dia.

Selain itu, ia menegaskan pengembangan kompetensi ASN harus dilakukan secara berkelanjutan. Pejabat administrator yang memenuhi persyaratan dapat melanjutkan pendidikan melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II, sementara pejabat pimpinan tinggi pratama dapat mengikuti PKN Tingkat I sesuai ketentuan.

Baca Juga  Viral Video Money Politik Caleg di Nunukan, Bawaslu Nunukan: Dugaan Pelanggaran Sudah Diproses

Untuk diketahui, PKA Angkatan IX Tahun 2026 diikuti 40 peserta yang terdiri atas 39 pejabat administrator di lingkungan Pemprov dan satu pejabat administrator dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala Kejati Kaltara, Bangkit Sormin, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltara Sipta Meylina, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltara.(*)

 

Sumber : DKISP 

Editor.   : ratu

News Feed