oleh

Sekprov Tinjau PT. KIPI, SINERGI Kaltara Siap Hubungkan UMKM dengan Industri

BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) lakukan percepatan implementasi program Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara atau SINERGI Kaltara, melalui penguatan kolaborasi dengan PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI).

Langkah itu ditandai dengan kunjungan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., bersama jajaran perangkat daerah ke Kawasan Industri Tanah Kuning–Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, Kamis (9/7/2026)

Dalam kunjungan itu, Denny memaparkan konsep SINERGI Kaltara kepada jajaran manajemen PT KIPI. Dan mendapat respons positif dari E&S Manager PT KIPI, Wisnu Sugesti, serta Project Manager Head Office PT KIPI, Noka Prihasto, yang mengikuti kegiatan secara daring.

Baca Juga  KNPI Tarakan Dukung Musda KNPI Kaltara

Usai pemaparan, Sekprov bersama manajemen PT KIPI meninjau langsung kawasan industri, termasuk area yang disiapkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Rombongan juga berdialog dengan sejumlah pelaku UMKM yang telah menjalankan usaha di kawasan tersebut.

“Saya sangat bersemangat karena sejak tiba di KIPI kami diterima dengan baik oleh manajemen. Program SINERGI Kaltara yang kami susun juga mendapat respons positif,” kata Denny.

Dari hasil diskusi, lanjutnya, PT KIPI telah menjalankan berbagai program pemberdayaan UMKM. Manajemen perusahaan juga memaparkan kebutuhan industri serta potensi UMKM lokal yang dapat dikembangkan melalui program SINERGI Kaltara.

Baca Juga  APBD 2026 Belum Tuntas, DPRD Kaltara Desak Pemprov Percepat Pembahasan

“Kami melihat langsung bagaimana PT KIPI memberikan dukungan kepada UMKM, khususnya di kawasan Tanah Kuning, Mangkupadi, dan Tanjung Selor,” ujarnya.

Denny bilang, respons positif dari PT KIPI menjadi modal penting untuk membangun sinergi yang lebih terintegrasi antara pemerintah daerah, kawasan industri, dan pelaku UMKM.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kaltara bersama PT KIPI akan memetakan kebutuhan industri dan potensi UMKM agar keduanya dapat terhubung melalui sistem SINERGI Kaltara.

“Seluruh data akan kita integrasikan sehingga kebutuhan industri dan kemampuan UMKM dapat dipetakan dengan baik. Harapannya, sebanyak 51.840 UMKM di Kaltara memiliki kesempatan berkontribusi secara nyata di kawasan industri,” jelasnya.

Baca Juga  Pemkot Tarakan Ancam Tindak Tegas THM yang Nekat Buka Malam Tahun Baru

Ia menegaskan, SINERGI Kaltara tidak hanya diproyeksikan menjadi solusi pengembangan UMKM di Kalimantan Utara, tetapi juga berpotensi menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain dengan menyesuaikan karakteristik wilayah dan kebutuhan industrinya.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap UMKM mampu meningkatkan kualitas usaha, mulai dari pemenuhan legalitas, peningkatan kapasitas produksi, hingga penguatan kompetensi sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Insyaallah, kita mulai dari KIPI, kemudian akan kita kembangkan ke kawasan lainnya. Harapan kita, UMKM Kaltara tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga menembus pasar internasional,” pungkas Denny.(DKISP)

News Feed