NUNUKAN – Satuan tugas (satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI -Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Mengamankan ratusan butir amunisi aktif kaliber 7,52 mm.
Amunisi yang diamankan Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad Pos Lumbis itu berawak dari penemuan warga desa Tau Lumbis yakni Frangki, Boy, dan Igo. Saat itu ketiga warga sedang menggali tanah untuk pasang jerat Babi hutan.
“Saat kedalaman 40 cm tiba-tiba mereka menemukan 10 buah Munisi aktif di hutan. Dari penemuan tersebut, warga langsung pergi ke Pos Lumbis dan melaporkan kepada Danpos Pos Lumbis Letda Arh Sutrisno,” ungkap Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC Mayor Arh Drian Priyambodo melalui keterangan tertulisnya di Pos Kotis jalan Fatahilah, kecamatan Nunukan Tengah, Senin (8/2/2021).
Setelah menerima laporan warga, lanjutnya, 6 anggota pos dibantu 3 orang pelapor mencoba menggali kembali lokasi tersebut, dan ditemukan kembali sebanyak 1.191 munisi aktif yang langsung diamankan ke Pos Lumbis.
“Menurut informasi dari veteran yang menjadi saksi hidup saat peristiwa konfrontasi RI-MLY tahun 1965, tempat penemuan munisi tersebut adalah tempat persembunyian pasukan Gurkha dan pasukan Inggris pada saat-konfrontasi dahulu, diduga masih ada sisa-sisa peninggalan konfrontasi RI-MLY tahun 1965 di dalam hutan wilayah Kecamatan Lumbis Hulu,” kata Dansatgas.
Ia menjelaskan, setelah menemukan amunisi peninggalan itu personil Satgas kemudian lakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan.
“Saya perintahkan personel yang di lokasi untuk lakukan penyisiran, dan pendalaman, untuk antisipasi apabila masih tersimpan ataupun masih ada sisa-sisa munisi lainnya ataupun bahan peledak yang masih tertanam. Untuk munisi tersebut masih kami amankan di Pos Satgas,” pungkasnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli













Komentar