oleh

Kabupaten Tana Tidung Pecahkan Tiga Rekor MURI dan Dunia

TIDENG PALE — Masyarakat di Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kalimantan Utara (Kaltara) memecahkan tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Diantaranya, sajian Kumpol terbanyak, pajangan Busak Sarai terbanyak dan Luntungan (Lesung) atau penumbuk padi.

Costumer Relation Manager MURI, Lutvi S Pradana mengatakan, kedatangannya ke Upun Taka (sebutan Kabupaten Tana Tidung) untuk kedua kalinya dalam rangkaian pemecahan rekor dunia untuk kegiatan budaya adat masyarakat.

“Dalam sepekan Tiga rekor Muri terpecahkan di KTT. Kali ini rekor yang dipecahkan yakni sajian Kumpol serta pajangan Busak Sarai terbanyak dan Luntungan. Tak hanya memecahkan rekor Indonesia, tetapi berhasil memecahkan rekor dunia,” ungkapnya, Minggu (6/11/2022).

Lanjutnya, total Busak Sarai yang terpajang yakni sebanyak 553 buah kemudian sajian makanan khas suku Tidung yakni 1.142 Kumpol lalu luntungan sepanjang 360 meter dengan melibatkan 800 warga dari berbagai desa.

Baca Juga  Muzani: Kenaikan Gaji PNS Bukti Adanya Gairah Kebangkitan Ekonomi Pasca Covid-19

“Setelah diverifikasi, luntungan ini terpanjang (360 meter) mengalahkan yang sebelumnya dicapai kabupaten Malinau (350 meter) pada 2015 lalu. Kami mengapresiasi bupati Ibrahim Ali beserta wakil bupati, Hendrik  yang terus mampu menciptakan berbagai inovasi untuk kebanggaan Tana Tidung,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali mengatakan, rekor Kumpol terbanyak dan Luntungan kali ini bisa tercapai atas kerja keras Tim Penggerak PKK kabupaten, hingga PKK di Kecamatan Sesayap Hilir serta seluruh aparat desa. Diapun mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam memecahkan tiga rekor tersebut.

“Semua desa terlibat kecuali Desa Sepalan Dalung. Mungkin mereka mau bentuk kabupaten sendiri,” tegasnya.

Baca Juga  Nidji dan Astrid Meriahkan Penutupan Benuanta Fest 2K23

Dia berharap dengan adanya pemecahan rekor dunia itu, Tana Tidung bisa menjadi perhatian nasional. Terutama dari Menteri Pariwisata Ekonomi dan Kreatif, Sandiaga Uno.

“Kita berharap agar event budaya Irau di Tana Tidung bisa terdaftar dalam 100 kegiatan kalender wisata Kementerian Pariwisata,” ujar Ibrahim Ali.

Dijelaskannya, ketiga objek rekor muri ini merupakan tradisi khas yang dimiliki kabupaten Tana Tidung seperti Luntungan yang merupakan ciri khas warga Dayak Blusu dan Kumpol makanan khas Suku Tidung.

“Kedepannya kita akan inventarisir semua potensi adat kebudayaan di Tana Tidung ini. Termasuk mendaftarkannya ke kementerian pariwisata,” imbuhnya.

Ibrahim Ali mengatàkan, suku Tidung dan Dayak Blusu adalah  terbanyak di Kabupaten Tana Tidung. Ke depan semua adat dan budaya kedua suku asli di Tana Tidung itu akan diinventarisir dan dilestarikan lewat Festival Budaya Irau.

Baca Juga  Polda Kaltara Tangkap Tiga Pemodal Tambang Emas Ilegal Sekatak

“Kita berharap festival budaya suku Blusu dan Tidung masuk dalam Pesona Indonesia yang Insya Allah akan digelar setiap tahun,” ujar Bupati.

Apalagi, Festival Budaya Irau 2022 ini merupakan yang pertama di kepemimpinan Bupati Ibrahim Ali dan Wakilnya Hendrik.

“Alhamdulillah masyarakat menyambut antusias, penilaian orang dari luar Tana Tidung, Irau kali ini sangat spektakuler dan  kreatif.  Ke depan akan digelar lebih meriah lagi, Event ini akan dievaluasi agar tahun berikutnya bisa dilaksanakan dengan baik dan maksimal lagi,” pungkasnya.(toy)

News Feed