oleh

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Beri Perhatian Khusus Untuk Kaltara

TANJUNG SELOR – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan perhatian khusus pada pembangunan infrastruktur di Kalimantan Utara (Kaltara).

Hal itu diungkapkan anggota Komisi 6 DPR RI, Deddy Yevri Hanteru Sitorus usai bertemu menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di Jakarta belum lama ini.

“Ini tindak lanjut dari hasil pertemuan saya dengan Pak Presiden (Joko Widodo) saat groundbreaking PLTA Sungai Mentarang di Kabupaten Malinau awal Maret lalu,” ungkap pria yang akrab di sapa bang Deddy, Rabu (15/3/2023).

Saat bertemu Menteri PUPR, lanjut Deddy Sitorus, membahas tentang akses jalan menuju pos lintas batas negara (PLBN) di perbatasan RI-Malaysia.

“Saya dihubungi Staf Ahli Menteri PUPR. Beliau minta penjelasan soal laporan saya ke Presiden. Kemudian saya laporkan lengkap dengan dokumen serta visualisasi kondisi proyek di Perbatasan,” ujarnya.

Baca Juga  Muzani Targetkan Prabowo dan Gerindra Menang Besar di Depok, Kalahkan PKS

Yang pertama dilaporkan yakni kondisi PLBN Labang, di Kabupaten Nunukan. Pembangunan pos lintas batas ini sudah hampir rampung. Mendekati 100 persen. Namun masih terkendala dengan akses jalan.

“Pembangunan jalan itu sepanjang sekitar 153 Km tapi Masih nihil, Informasi yang saya dapatkan sedang dalam tahap pengurusan izin, DED dan Amdal, pak menteri sangat serius saat mendengar penjelasan dari saya,” kata Politisi PDI Perjuangan daerah pemilihan (Dapil) Kaltara ini.

Selesai Labang, beralih ke Long Midang, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. Proyek pengerjaan PLBN ini terhenti. Hanya sampai pematangan lahan.

“Masalahnya yakni soal distribusi dan harga material pembangunan tidak sesuai dengan nilai proyek. Saya minta kepada Pak Menteri untuk di tender ulang. PLBN ini sangat penting untuk masyarakat setempat melakukan perdagangan. Selama PLBN itu belum ada harga kebutuhan pokok masih sangat tinggi,” jelasnya.

Baca Juga  Kaltara Borong 2 Penghargaan Inovasi TTG Nusantara XXV

Deddy Sitorus juga melaporkan tentang progres pembangunan jalan Malinau-Long Bawan sepanjang 203 Km. Jalan yang membuka isolasi Krayan itu tinggal sekitar 50 Km lagi pembangunannya.

“6 Km di daerah Semamu, 20 Km ruas Malinau-Semamu dan sisanya di Binuang. Saya juga bermohon segera dibangun 1 buah jembatan dan peningkatan jalan sepanjang 32 km antara Binuang – Long Bawan.”

Untuk PLBN Long Nawang di Apau Kayan, dikatakan Deddy, pembangunan fisik baru mencapai 50 persen.

“Lagi-lagi kondisi jalan yang rusak jadi kendala padahal jalan ini satu-satunya akses distribusi material untuk pembangunan PLBN. Selain itu, juga menjadi jalur vital distribusi ekonomi warga setempat menuju Kecamatan terdekat di Kutai Barat (Kaltim),” bebernya.

Baca Juga  Kemenkes Perkuat Kesinambungan Penanganan COVID-19 dan TBC

Deddy Sitorus mengusulkan agar akses dari Long Pahangai-Sungai Boh dikebut pembangunannya meski ada jalur alternatif melalui jalan konsesi PT Sumalindo yang sangat ekstrim dan tidak ekonomis.

Sementara itu, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menegaskan, pemerintah akan memberikan perhatian untuk peningkatan infrastruktur di Kaltara yang menjadi bagian beranda depan NKRI.

“Saat ini baru 11 Km, Jalan itu yang mengerjakan Zeni TNI AD, kita akan berikan perhatian ke Kaltara apalagi ini sudah jadi atensi khusus pak Ptesiden. Kalau jembatan gantung aman, Nanti kita siapkan di APBN tahun depan (2024),” pungkasnya.(*)

Editor  : Victor Ratu

 

 

News Feed