oleh

Kawasan Food Estate di Bulungan akan Ditinjau Ulang.

TANJUNG SELOR – Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ditetapkan oleh Pemerintah sebagai penyanggah pangan Ibukota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Untuk itu pemkab Bulungan akan memaksimalkan pemanfaatan kawasan Food Estate atau sentra produksi pangan di wilayahnya.

Bupati Bulungan Syarwani mengungkapkan, program Food Estate yang dicanangkan sejak 2011 lalu telah digarap sekira 5000 hektare dari 50 ribu hektare yang telah disiapkan sebagai sentra produksi pangan berupa padi tersebar di enam kecamatan yakni Sekatak, Tanjung Palas Utara, Tanjung Palas, Tanjung Palas Tengah, Tanjung Selor dan Tanjung Palas Timur. Selain itu beberapa satuan permukiman (SP) warga transmigran di Tanjung Buka telah disiapkan untuk ikut dalam program food estate, di antaranya SP 2, SP 7, SP 8 dan SP 9.

“Sebagian besar berada di wilayah Delta Kayan Kawasan Food Estate dimana luasan waktu itu telah ditetapkan melalui kepres dimasa kepemimpinan SBY sebagai presiden RI kala itu. Namun, pemkab akan kembali melakukan kaji ulang atau evaluasi atas kawasan yang ditetapkan itu,” ungkap Syarwani, Selasa 31/8/2021.

Lanjutnya, belum maksimalnya pemanfaatan kawasan food estate yang ditetapkan oleh pemerintah pusat itu disebabkan kondisi infrastruktur penghubung yang belum terpenuhi serta masih belum adanya kepastian investasi.

“Kawasan food estate saat ini lokasinya tidak hanya di delta kayan seperti di desa Sajau yang sudah bisa produksi pangan berupa padi (beras), total kawasan baru 5000 hektare lahan yang digarap dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA:  IKWI Selenggarakan Bhakti Sosial Bagi Anggota dan Warga Warakawuri

Terkait belum adanya kejelasan investor, pihaknya akan melakukan perencanaan atau design ulang terhadap kawasan food estate itu sehingga ada kepastian pihak swasta untuk berinvestasi disektor pertanian sekaligus membeli hasil produksi petani.

“Sampai saat ini belum ada kepastian pihak swasta yang ingin berinvestasi di kawasan food estate, dan baru digarap secara mandiri oleh warga trans atau petani lokal,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga masih menunggu rencana pihak Perum Bulog berinvestasi di kawasan Food estate meski telah menyampaikan minatnya.

BACA JUGA:  Pemprov Kaltara Jalin kerjasama Poltek UI untuk Tingkatkan SDM

“Sampai saat ini kita masih menunggu kepastian dari Bulog, jadi hasil produksi pangan yang sudah ada untuk sementara kita maksimalkan bisa memenuhi kebutuhan lokal dulu,” tegasnya.

Sementara itu kepala dinas pertanian Bulungan, Ahmad yani menjelaskan, selain 5000 hektare sawah produktif. Petani lokal telah menanam produksi pertanian holtikultura berupa perkebunan buah dan sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan lokal.

“Bawang merah dan bawang putih sudah ditanam petani kita di daerah transmigrasi seperti di SP3 dan 9, artinya kebutuhan lokal masih bisa terpenuhi. Kemudian, untuk bulog itu rencananya ada 1000 hektare yang akan dibantu baik itu pemasaran maupun pemanfaatan lahannya,” pungkasnya.(*)

 

Komentar

News Feed