oleh

Tana Tidung Genjot Produktivitas Sawah 300 Hektare, DPPP Resmikan Brigade Pangan untuk Dorong Pertanian Modern

TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten (ap mkab) Tana Tidung mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP), optimalisasi lahan sawah seluas 300 hektare kini digenjot secara masif dengan dukungan penuh dari TNI.

Kepala DPPP Tana Tidung, Rudi mengatakan, kebijakan ini menjadi fokus utama daerah mengingat Tana Tidung belum mengusulkan program cetak sawah baru seperti daerah lain di Kalimantan Utara (Kaltara).

“Kita optimalisasi dulu karena ini lebih realistis, mempertimbangkan kondisi wilayah dan kapasitas sumber daya manusia di lapangan,” kata Rudi, Minggu (30/12/2025)

“Kegiatan optimalisasi ini kita jalankan bersama teman-teman TNI dengan luas sekitar 300 hektare, fokusnya meningkatkan luas tambah tanam dan indeks pertanaman,” tambah dia

Baca Juga  Gubernur Kaltara Ajak Generasi Muda untuk Bertani, Omzet Menjanjikan

Rudi menegaskan, meski pemerintah pusat mendorong percepatan program cetak sawah, Tana Tidung memilih berhati-hati. Sebab, sebagian besar wilayah masih merupakan kawasan hutan dan kelompok tani masih didominasi usia lanjut sehingga membutuhkan pendekatan berbeda.

“Kondisi kelompok tani kita rata-rata sudah usia tua, lalu sebagian wilayah adalah kawasan hutan. Maka kita belum mengusulkan cetak sawah baru,” ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah daerah seperti Tarakan dan Bulungan telah lebih dulu mengajukan program tersebut. DPPP Tana Tidung disebut masih menunggu perkembangan hasil di dua wilayah itu sebelum melakukan pemetaan lanjutan.

“Kami memonitor progres mereka. Setelah itu baru akan dilakukan pemetaan lahan mana yang memungkinkan untuk dicetak,” jelasnya.

Ditegaskannya, melalui optimalisasi ini pemerintah daerah menargetkan indeks pertanaman meningkat signifikan. Sawah yang sebelumnya hanya panen satu kali dalam setahun diharapkan mampu mencapai dua bahkan tiga kali musim tanam.

Baca Juga  Bibir Tebing Makam Jelarai Hulu Longsor, Empat Makam bisa di Relokasi.

“Indeks pertanaman dari satu kali per tahun kita dorong menjadi dua sampai tiga kali per tahun,” tegasnya.

Rudi menambahkan, Kabupaten Tana Tidung saat ini memiliki total 450 hektare sawah, terdiri dari sawah lahan kering dan sawah irigasi. Petani lahan kering masih mengatur musim tanam berdasarkan siklus hama dan iklim, biasanya mulai tanam September atau Oktober dan panen Februari atau Maret.

“Untuk sawah lahan kering, indeks panennya satu kali karena menyesuaikan kondisi hama dan musim. Itu pola yang selama ini dianggap paling aman,” ujarnya.

Selain itu, dengan dukungan teknologi modern, sawah irigasi diproyeksikan menjadi motor peningkatan produksi. Satu kali panen ditargetkan bisa menghasilkan lebih dari empat ton gabah kering giling per hektare, sementara produksi lahan kering ditargetkan minimal 500 kilogram per hektare.

Baca Juga  Gubernur Ajak Forkopimda Dan DPRD Bersinergi Membangun Kaltara

“Sebagai terobosan, DPPP telah membentuk satu Brigade Pangan yang dilengkapi sarana dan prasarana dari Kementerian Pertanian. Brigade ini tidak hanya menjadi operator lapangan, tetapi juga pusat transfer teknologi bagi kelompok tani,” ucap Rudi.

Rudi juga bilang, untuk menjaga stabilitas harga dan serapan hasil panen, pemerintah daerah sudah membuka akses kemitraan dengan Bulog serta memfasilitasi pemasaran melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Beras dan jagung bisa masuk ke Bulog, dan ada juga opsi pemasaran lewat GPM. Jadi petani tidak kesulitan menjual hasilnya,” tutupnya.(*)

 

Editor : Ratu

News Feed