TANJUNG SELOR – Manajemen Karaoke Valentino (KV) yang beroperasi di jalan Jambu, Tanjung Selor, Bulungan. Membantah tudingan yang menyebut KV tidak mengantongi izin dan mengganggu warga sekitar adalah tidak benar.
Masyhur Rivai yang mewakili pengelola KV kepada Disway Kaltara mengungkapkan, surat yang disampaikan oleh salah satu warga bernama Zainal itu tidak semua murni keinginan warga. Apalagi pihaknya selalu menjaga keharmonisan dgn warga sekitar.

“Tidak ada warga jalan jambu yang resah dengan adanya kv dan tidak pernah terjadi keributan. Hanya segelintir saja yang menginginkan KV ditutup,” ungkapnya Minggu (25/9)
Menurutnya, pengelola sejak awal selalu menjaga keamanan ketertiban selama beroperasi. Selain itu, KV telah mengantongi sejumlah izin yang disyaratkan untuk berusaha tempat hiburan itu.
“Ada 11 izin yang kami miliki dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah diantaranya izin tanda daftar usaha pariwisata (TDUP), izin mendirikan bangunan (IMB) dan perizinan berusaha berbasis risiko. Lalu penunjukan atau rekomendasi dari agen minuman,” ujarnya.
Perizinan telah sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi untuk bisa mencabut perizinan.
“Secara aturan, harusnya ada surat peringatan terlebih dahulu dan yang mencabut izin harusnya yang menerbitkan izin,” jelasnya.
Surat penolakan warga dinilai telah direspon sepihak, apalagi pertemuan yang dilakukan pemkab di kantor kecamatan Tanjung Selor tidak melibatkan manajemen KV.
“Seharusnya kami diundang untuk membahasnya sehingga tidak mendengarkan keterangan sepihak saja. Hal ini akan kami sampaikan langsung ke Pemkab,” ujarnya lagi.
Dikatakannya, hingga saat ini tempat hiburan yang mempekerjakan puluhan karyawan itu tetap beroperasi. Sebab, pihaknya pun tidak pernah menerima surat peringatan dari pemerintah terkait hal tersebut.
“Selama tempat hiburan ini buka sejak 2009 lalu dan sudah beberapa kali ganti manajemen tidak pernah ada warga yang menuntut seperti itu. Hingga saat ini kami masih tetap beroperasi,” pungkasnya.(v)











