TANJUNG SELOR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara, Elia DJ menilai kinerja PLN khususnya yang melayani masyarakat di wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya belum maksimal, apalagi di ibukota Provinsi Kaltara (Tanjung Selor) kerap terjadi pemadaman.
“Pln harus bisa melakukan manajerial mesin dan peralatan yang baik untuk mencegah tingginya intensitas gangguan sistem kelistrikan. Masa manajemen PLN itu tidak bisa membenahi ini, harus ada antisipasi apa yang rusak dan kenapa tiba tiba mati di tengah jalan,” ungkapnya, Selasa (21/2/2023).
Elia mengingatkan jika gangguan sistem kelistrikan dikarenakan alasan teknis, mencerminkan manajemen PLN UP3 Kalimantan Utara yang kurang persiapan.
Sehingga, butuh adanya peningkatan profesionalitas kinerja yang dilakukan
“Contoh saja, kalau kita punya mobil, sekian kilometer ada komponen yang harus diganti. Jadi kembali kepada profesionalitas saja,” tegasnya.
Anggota Komisi III itu berharap keberadaan PLN UP3 Kalimantan Utara yang berkantor di Ibukota Provinsi bisa memberikan perhatian khusus sehingga aktifitas warga dan perkantoran tidak terganggu akibat pemadaman disaat jam sibuk.
“Kalau daya sudah surplus ya semestinya tanjung selor tidak perlu byar pet tanpa alasan yang jelas,” tegasnya.
Untuk diketahui pemadaman listrik kerap terjadi di Tanjung Selor pada Februari 2023 ini. Gangguan sistem yang terjadi disebut berdampak pada pemadaman secara tiba-tiba.
Sebagaimana diketahui, listrik padam terbaru dirasakan hari ini (kemarin,red). Selasa (21/2/2023).
Perwakilan PT. PLN UP3 Kalimantan Utara Sistem Tanjung Selor dalam Grup Komunikasi PLN Kaltara, Galang K menjelaskan, terjadi padam meluas akibat gangguan sistem Tanjung Selor.
“Apabila kondisi aman, pemulihan dan penormalan bisa kami lakukan dengan estimasi 3 jam,” kata Galang saat menjawab pertanyaan media.
Sistem kelistrikan di Tanjung Selor sudah kembali normal sekitar jam 2 siang. Atau penormalan sistem bisa dilakukan lebih cepat sekitar dua jam. Namun, listrik kembali padam sekitar jam 3 siang.
“Mohon maaf pak, sistem Tanjung Selor mengalami gangguan kembali, dalam pengecekan oleh petugas,” ujar salah satu perwakilan PLN lainnya.
Sebelumnya, juga terjadi pemadaman pada awal pekan ini (20/2/2023). Kejadian ini berlangsung sekitar jam 6 pagi sampai jam 9 pagi. Lalu, listrik padam turut terjadi pada akhir pekan lalu (19/2/2023) di Jalan Rajawali sekitar jam 4 sore. Listrik sudah menyala kembali selang 3 jam berikutnya pada jam 7 malam.
PLN pun melakukan penghentian aliran listrik selama 4 jam pada tanggal 14 Februari 2023, yakni dari jam 10 pagi sampai jam 2 siang.
Lokasi yang mengalami padam listrik mulai dari Jalan Sengkawit, sebagian Jalan Durian, Jalan Cendana, Pasar Induk, Jalan Semangka dan sekitarnya.
“Sesuai informasi yang tertera di medsos kami, PLN Nusantara Power membutuhkan waktu 4 jam untuk perbaikan (pemeliharaan emergency pembangkit PLTMG Tanjung Selor” jawab Manajer PLN UP3 Kaltara, Aditya Darmawan.(*)











