BULUNGAN – Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke-65 dan Kota Tanjung Selor ke-235 tahun 2025 resmi ditutup pada Sabtu (18/10/2025) malam.
Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan pentingnya menjaga identitas daerah di tengah laju pembangunan dan modernisasi.
“Kemajuan Bulungan adalah keniscayaan, namun kita tidak boleh kehilangan jati diri sebagai masyarakat Bulungan. Semangat Tenguyun dan Merudung Pebatun de Benuantha harus tetap hidup dalam keseharian kita,” ujar Syarwani.
Syarwani mengatakan, acara penutupan ini menjadi momentum kebersamaan lintas etnis dan agama. Pawai Budaya yang menampilkan ragam tradisi dari berbagai suku menjadi simbol harmoni sosial masyarakat Bulungan.
“Semangat kebersamaan ini menjadi pondasi penting untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat karakter generasi muda,” kata Syarwani.
Syarwani bilang, selain aspek budaya, perayaan tahun ini juga diisi dengan berbagai kegiatan olahraga, ekonomi rakyat, dan seni.
“Rangkaian kegiatan dimulai sejak 5 Oktober melalui Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) II Bulungan, Festival Sungai Kayan, hingga puncak perayaan pada 13 Oktober,” jelasnya.
Syarwani mengungkapkan, pemerintah akan menjadikan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi agar peringatan tahun depan lebih inklusif, menarik, dan berdampak luas.
“Hari Jadi Bulungan adalah milik semua. Kita tidak bicara suku apa atau agama apa, tapi kita bersatu dalam semangat persaudaraan,” tutupnya.(*)
Penulis : dkip Bulungan
Editor. : ratu











