oleh

Komisi IV DPRD Kaltara Fokuskan Penanganan Stunting di Perbatasan

TANJUNG SELOR — Komisi IV DPRD Kalimantan Utara menegaskan perlunya strategi penanganan stunting yang lebih komprehensif di wilayah pelosok dan perbatasan. Sebab, tingginya kasus gizi kronis di daerah yang minim akses dinilai sebagai tantangan serius bagi tumbuh kembang anak.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Rahman mengungkapkan, keterbatasan pangan bergizi dan kurangnya fasilitas kesehatan serta rendahnya edukasi gizi bagi orang tua menjadi faktor yang memperberat kondisi stunting di desa-desa perbatasan.

“Penanganan stunting tidak berhenti pada pembagian makanan tambahan, dibutuhkan intervensi menyeluruh dan komitmen keluarga, sinergi tenaga kesehatan dan dukungan komunitas,” ungkapnya, pekan lalu.

Rahman bilang, inovasi pelayanan kesehatan seperti posyandu dan layanan mobile perlu diperkuat untuk menjangkau wilayah terpencil.

“Keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh pemberdayaan masyarakat dan pemahaman keluarga mengenai pola asuh serta nutrisi,” kata Rahman.

Baca Juga  TP-PKK Kaltara Kunker ke Tenggarong, Perkuat Sinergi Pemberdayaan Keluarga

Komisi IV DPRD Kaltara turut mendorong kolaborasi lintas sektor serta pelaksanaan monitoring dan verifikasi data ibu hamil dan balita secara berkala agar intervensi tepat sasaran.

“Langkah terencana ini akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup anak di perbatasan dan menjadi fondasi bagi masyarakat yang lebih sejahtera,” tutupnya.(*)

 

Editor: Ratu 

 

Baca Juga  Jadi narasumber coffee morning FK BUMN-PLN UIW Aceh

 

 

News Feed