oleh

Pembangunan Listrik di Perbatasan terus di kebut.

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai Provinsi termuda harus mengejar berbagai ketertinggalan pembangunan seperti infrastruktur dan kebutuhan listrik khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.

Anggota DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus mengatakan, bukti konkrit dari pemerintah bersama Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk meningkatkan layanan listrik di kawasan 3T atau Tertinggal, Terdepan, dan Terluar yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Ditunjukkan dengan merampungkan 19 proyek listrik desa di wilayah Krayan, Nunukan. Berdasarkan data dari PLN hingga april 2021, konstruksi infrastruktur kelistrikan telah mencapai 90 persen dengan nilai investasi  sekira Rp 23,5 miliar. 19 desa itu diantaranya 7 desa di Terang Baru (Krayan), 6 desa di Brian Baru (Krayan Barat), 4 desa di Tanjung Karya (Krayan Barat), dan 2 desa di Tang Paye (Krayan Barat).

“PLN menargetkan bulan agustus ini, listrik dapat dinikmati oleh masyarakat di 19 desa yang digunakan untuk penerangan fasilitas publik seperti Rumah Sakit Pratama Krayan, Sekolah, Puskesmas, Kantor Balai Desa, dan Toko Indonesia,” ungkap anggota Komisi VI DPR RI fraksi PDI Perjuangan ini, belum lama ini.

Ia menjelaskan, membangun jaringan listrik di perbatasan bukan perkara mudah apalagi untuk mendatangkan material listrik harus diangkut dengan menggunakan transportasi udara dari Tarakan menuju Bandara Yuvai Semaring Long Bawan, Krayan.

BACA JUGA:  Ketua DPC Hanura Tarakan Tanggapi Santai, Terkait Dukungan Kader Yang Membelot

“Untuk mengangkut materialnya, belum ada akses jalan darat sehingga harus menggunakan transportasi udara,” kata Deddy Sitorus.

Selain di Krayan, lanjutnya, PLN akan membangun jaringan listrik di wilayah Apau Kayan, Kabupaten Malinau, yang sebelumnya sempat terkendala pelaksanaannya dilanjutkan kembali.

“Dari hasil kunjungan saya di tiga desa yang ada di Sungai Bho (Apau Kayan) Kabupaten Malinau, kondisinya sama dengan beberapa desa lainnya yang belum teraliri listrik di perbatasan. PLN juga akan memberikan perhatian wilayah Apau kayan,” jelas wakil rakyat Dapil Kaltara ini.

Ia menambahkan, wilayah Apau Kayan masih bisa dijangkau melalui jalan darat melalui wilayah Kalimantan Timur tepatnya Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu sehingga material berupa tiang listrik dan sirkuit untuk tegangan listrik masih bisa di angkut gunakan transportasi darat.

BACA JUGA:  SIAP tegaskan Membangun Bulungan mengacu pada RPJPD dan Gunakan Bonus Demografi

“PLN saat ini sudah mulai mendristibusikan material untuk pembangunan jaringan listrik di Apau Kayan dari wilayah Kaltim, meski masih banyak jalan yang rusak tapi jalur darat itu masih bisa dilintasi. saat berada di desa agung baru saya memberikan bantuan mesin diesel untuk listrik desa, kemudian  menyerahkan bantuan di long lebusan dari CSR BUMN, PLN juga berjanji akan memberikan bantuan mesin genset untuk desa mahak baru,” pungkasnya.(vr)

Komentar

News Feed