oleh

Lahan Food Estate Terancam gagal Pane

TANJUNG SELOR – Warga satuan pemukiman (SP) di desa Tanjung Buka dan Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan. Mengeluhkan kondisi jalan desa yang kerap terendam Banjir akibat air pasang dan hujan deras.

Anggota Komisi II DPRD Bulungan, Riyanto menyebutkan, satuan pemukiman yang mengalami Banjir diantaranya SP 9, SP 6B (Tanjung Buka) dan SP 5 (Dalimbatu). Kondisi ini disebabkan banyaknya saluran air yang dangkal dan badan jalan yang amblas.

“Hampir semua jalan yg apabila terjadi air pasang maupun hujan deras mengakibatkan Banjir di lingkungan pemukiman. Lupakan air tidak surut-surut dikarenakan banyaknya saluran air yang dangkal,” ungkapnya, Senin (5/4/2021).

Kondisi ini, lanjutnya, berdampak pada lahan pertanian warga serta mengancam kelangsungan program food estate yang diprogramkan oleh pemerintah daerah setempat.

“Banyak lahan pertanian yang terancam mati atau gagal panen termasuk areal food estate, kondisi ini sudah lama dikeluhkan warga setempat namun belum ada realisasi penanganannya,” kata politisi Partai Golkar ini.

Baca Juga  Konstituen Minta Dewan Pers Membuka Draf Perpres Media Berkelanjutan

Dijelaskannya, perhatian Pemerintah sangat dibutuhkan warga seperti perbaikan atau normalisasi aluran air dan peningkatan jalan seperti peninggian badan jalan utama dan jalan di kawasan pemukiman.

“Ironisnya kondisi ini sudah lama terjadi di SP 9 (6 tahun) dan SP 6B sejak warga ditempatkan,  jadi perlu normalisasi saluran air dan meninggikan badan jalan,” jelasnya.

Baca Juga  Kemnaker Siapkan 45 LTSA Untuk Lindungi Pekerja Migran

Ditegaskannya, keinginan warga itu telah disampaikan ke pemerintah kabupaten (Pemkab) melalui pokok pikiran DPRD Bulungan, diharapkan aspirasi warga transmigrasi itu diakomodir.

“Harapannya kondisi mendesak ini bisa jadi bahan pertimbangan pemerintah dalam  mengambil kebijakan terutama mewujudkan kesejahteraan pertanian dipedesaan,” pungkasnya.(*)

Editor : Victor

Komentar

News Feed