oleh

Ratusan Calon Jemaah Haji Kota Tarakan Batal berangkat

TARAKAN – Pemerintah Arab Saudi telah menutup penerbangan dari 20 negara termasuk Indonesia, Aturan yang dikeluarkan sejak rabu (/2/2021) dengan batas waktu yang tidak ditentukan itu berdampak pada tertundanya keberangkatan ratusan calon jemaah umroh dari Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Tarakan, Muhammad Aslam mengatakan, 20 negara yang tidak diperkenankan masuk ke Arab Saudi diantaranya Argentina, Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Republik Indonesia, Irlandia. Italia, Pakistan, Brazil, Portugis, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis.Upaya yang diambil pemerintah Arab Saudi itu untuk memutus mata rantai penularan Covid-19..

“Ini semua ada hikmahnya, kita harus bersabar dan berdoa supaya pandemi Covid-19 bisa berakhir. Semua ini ketentuan dari Allah. Kami himbau kepada calon jemaah umrah dan haji untuk selalu menjaga kesehatan serta mempelajari kaidah haji melalui buku saku yang kami bagikan”, ungkapnya, Jumat (5/2/2021)’

Pihaknya sementara terus berkoordinasi dengan Kemenag RI perihal penundaan keberangkatan umrah dan haji ditengah pandemi ini.

Baca Juga  Karnaval The Legend of Pongtiku 2025, Gubernur Zainal : Ajang Semangat Pelestarian Dan Penghormatan Sejarah Budaya Bangsa Indonesia

“Kami membuka ruang koordinasi bagi calon jemaah dan juga travel bila ada yang ingin diperjelas”, kata Aslam.

Dijelaskannya, informasi dari Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Tarakan, terdapat 649 calon jemaah umrah yang tertunda berangkat di Kota Tarakan.

“Tarakan Utara 60 orang, Tarakan Timur 114 Tarakan Barat 218, Tarakan Tengah 257 Orang, jadi ada 649 calon jemaah umrah yang masih tertunda berangkat”, lanjut Aslam.

Baca Juga  DPP Hanura ingatkan Kader patuhi Fakta Integritas di Kaltara.

Dirinya menjelaskan sejak akhir tahun 2019 keberangkatan haji dari Indonesia telah dihentikan sementara karena pandemi.

Sedangkan keberangkatan umrah terakhir berangkat pada Februari 2020.

“Jadi untuk sementara waktu kita tunda, sambil menunggu kondisi pandemi bisa terkendali dengan aman. Kemudian, saat ini pendaftaran umrah pun tidak bisa dilanjutkan”, tuntas Aslam.(*)

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor: Victor Ratu 

Komentar

News Feed