oleh

Wagub Kaltara resmikan Pastori Gereja Toraja Jemaat Sion Tanjung Selor

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Yansen Tipa Padan meresmikan Pastori Gereja Toraja Jemaat Sion Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Sabtu 1 April.

Peresmian yang juga dihadiri Wakil bupati Bulungan Ingkong Ala, ditandai dengan pelaksanaan ibadah syukur.

“Terbangunnya pastori ini berkat semangat kebersamaan jemaat untuk itu saya mengucapkan selamat kepada panitia dan jemaat yang luar biasa dengan semangatnya membangun pastori ini,” ungkap Yansen.

Selain itu, lanjut Yansen, terwujudnya gedung Pastori itu sebagai bagian umat Kristen di Kaltara untuk mampu mewujudkan pembangunan di daerah dengan hakikat sebagai masyarakat berbangsa dan bernegara.

“Banyak orang menerjemahkan pembangunan itu hanya berkaitan pada lingkup pemerintah bangsa dan negara, tetapi sesungguhnya pembangunan itu meliputi seluruh aspek kehidupan bangsa termasuk gereja,” ujarnya.

Baca Juga  Pj Sekprov Apresiasi Capaian SPM Award 2025, Wujud Kerja Nyata Pemprov Kaltara 

Oleh sebab itu, diharapkan tidak boleh lagi membedakan antara satu dengan yang lainnya kelompok masyarakat, organisasi, suku bangsa maupun gereja. Karena semua itu merupakan kesatuan dalam membangun bangsa dan negara.

“Gereja Toraja merupakan satu kesatuan dari gereja-gereja yang lainnya dalam membangun bangsa dan negara kita, membangun Provinsi Kaltara, membangun Kabupaten Bulungan,” kata Bupati Malinau periode 2011-2021 ini.

Melihat semangat jemaat Gereja Toraja Jemaat Sion Tanjung Selor dalam melaksanakan pembangunan gereja maupun pastori, Wagub berharap semangatnya bisa menyebar kepada jemaat-jemaat lainnya. Sehingga pada akhirnya bisa melihat nuansa, gairah semangat pembangunan di seluruh lingkup gereja seperti yang ada.

Baca Juga  Mubes VI KKDKB, Gubernur Ajak Masyarakat Perkuat Budaya

“Kalau membangun atau melakukan sesuatu yang pertama dipikirkan pasti uang dan bagaimana membeli material. Kalau berpikir seperti itu pasti akan berat. Oleh sebab itu saya katakan kepada pak ketua panitia, pak dokter jangan pikirkan besarnya angka-angka itu. Yang utama adalah bagaimana gerakan hati kita dan gerakan semangat kita,” tutur Yansen mengingat saat pernah memberi motivasi kepada ketua panitia pembangunan saat peletakan batu pertama tahun 2022 lalu.

Yansen berharap, dengan membaca firman Tuhan, jemaat dapat hidup  sesuai dengan firman Tuhan dan tidak takut mengeluarkan biaya dari kantong pribadi kita untuk tujuan melayani Tuhan.

“Saya bersyukur jemaat Gereja Toraja telah mempraktikan kehidupan tidak hanya membaca firman Tuhan, tapi telah menjalani kehidupan sesuai dengan firman Tuhan,” imbuhnya.

Baca Juga  OSO Akan Kunjungi Kaltara, Konsolidasi Kader Jelang Pemilu 2024

Wagub menegaskan, jemaat Gereja Toraja telah membuktikan kebersamaannya melayani Tuhan dengan memberi hasil pertanian dan peternakan yang digunakan untuk bisa membangun pastori.

“Segala sesuatu di bumi ini karya Tuhan. Kalau kita percaya pada Tuhan, apa yang kita pikirkan dan takutkan? Yang penting ada gerakan hati kita memberi dari apa yang kita miliki. Bukan dari banyaknya, tetapi apa yang kita miliki. Ingat pesan saya, jangan melihat angka, tapi lihat gairah semangat kita membangun. Pasti kesatuan jemaat Gereja Toraja yang besar ini akan menghasilkan karya besar,” pungkasnya.(*)

Editor : Victor Ratu

News Feed