oleh

Belajar Tatap Muka Sekolah ditunda, Akibat Masih banyaknya kasus Covid 19 di Bulungan.

TANJUNG SELOR – Recana Pemerintah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, menggelar sekolah tatap muka setingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Januari 2021, ditunda.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan, Jamaludin Saleh mengatakan, penundaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) itu mengacu pada perkembangan kasus Covid-19 beberapa minggu terakhir.

“Sesuai dengan kalender pendidikan tahun ajaran 2020/2021, belajar tatap muka di sekolah setingkat SD dan SMP mulai digelar pada 4 Januari 2021. Namun, kegiatannya ditunda,” ungkapnya seperti dilansir benuanta.co.id group siberindo.co,  Sabtu (2/01/2021).

Baca Juga  Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Beri Perhatian Khusus Untuk Kaltara

Disdikbud Bulungan, lanjutnya, telah mengeluarkan surat edaran yang meminta agar satuan pendidikan melaksanakan belajar mengajar jarak jauh atau belajar dari rumah secara daring.

“Kondisi saat ini, kasus Covid-19 di Bulungan terus bertambah, untuk melindungi anak didik dan guru rencana sekolah tatap muka ditunda. Proses belajar kembali dilakukan sama seperti pada semester pertama yakni belajar dirumah dengan sistem daring,” kata Jamaludin.

Baca Juga  PT Pos Indonesia Pastikan Terbuka Kepada Kejati

Ditegaskannya, satuan pendidikan dilarang menggelar belajar tatap muka sebelum mendapatkan ijin dari disdikbud bulungan.

“Sambil menunggu petunjuk, satuan pendidikan akan kita evaluasi kesiapan sarana prasarananya termasuk protokol kesehatan yang sudah dipersiapkan oleh sekolah masing-masing,” tegasnya.

Ia menambahkan, penerapan belajar tatap muka di sekolah pada Januari 2021 mengacu pada surat yang ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, yang menyatakan sekolah tatap muka boleh dilakukan per Januari 2021.

Baca Juga  Kaltara Menyambut Bonus Demografi

“Sebelumnya kita telah membuat skenario dan berbagai persiapan berdasarkan keputusan bersama empat menteri yang membolehkan pembelajaran tatap muka,” pungkasnya.(vr)

Komentar

News Feed