oleh

Ketua DPRD Dukung Kehadiran PBFI di Bulungan

Perlu Optimalisasi Penggunaan Fasilitas dan Sarana Olahraga.

TANJUNG SELOR – Ketua  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan, Kilat mengingatkan semua cabang olahraga (cabor) dapat meningkatkan kualitas atletnya menghadapi sejumlah event olahraga, baik di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

”Pengurus cabor harus mampu meningkatkan kualitas atletnya hingga bisa meraih prestasi, untuk itu diperlukan pembinaan optimal termasuk regenersi kepengurusan,” ungkapnya saat menerima audensi kepengurusan cabor Perkumpulan Binaraga Fitnes Indonesia (PBFI) Bulungan, diruang kerjanya, Senin (31/7/2021) lalu.

BACA JUGA:  Herman Deru Apresiasi Perhatian PT. Bukit Asam Tbk

Lanjutnya, Pemkab Bulungan pun dituntut agar olahraga di daerah bisa berprestasi. Namun, hal itu mustahil tercipta karena anggaran yang minim dan jauh dari kebutuhan untuk pembinaan atlet mencapai taraf prestasi yang diharapkan.

“Saya berharap dengan anggaran sangat minim melalui KONI dapat disalurkan tepat sasaran, khususnya untuk cabor yang telah menoreh prestasi untuk Bulungan. Cabor jangan menyerah apalagi seluruh program latihan dan ketersediaan alat latih tetap harus disiapkan,” harap politisi Gerindra ini.

BACA JUGA:  Hanura Perkuat Infrastruktur dan Kaderisasi Partai di Kaltara, Target Menang di Pemilu 2024

Dijelaskannya, meski tidak menjadi prioritas pemerintah untuk menggelontorkan dana, Cabor bersama KONI dapat mencari bapak asuh untuk memenuhi kebutuhannya.

“PBFI Sebagai Cabor baru di Bulungan dan unik ini sebenarnya telah memiliki atlet yang mampu bersaing dengan daerah lainnya, diharapkan bersama cabor lainnya mampu berkreatifitas dalam hal mencari sumber pendanaan untuk atlitnya. Salah satunya mencari bapak asuh untuk atlet yang berprestasi,” jelasnya.

Ditegaskannya, beberapa fasilitas dan sarana olahraga di Bulungan membutuhkan perhatian serius salah satunya  Stadion Andi Tjatjok yang terletak di kawasan Jl Cendrawasih. Selain tribun stadion atap plafon yang ada di stadion tersebut juga terlihat rusak, dan perlu perbaikan. Apalagi, stadion sering kali digunakan untuk kegiatan pertandingan.

BACA JUGA:  Batik Bultiya Berkibar Lagi di Masa Pandemi

“Dinas terkait diharapkan bisa pro aktif mengkomunikasikan ke pemerintah pusat untuk mengusulkan perbaikannya melalui Kemenpora RI, selain itu masih ada gedung olahraga lainnya yang belum dimaksimalkan penggunaannya seperti gedung  Dome Sprot Centre (DSC). Pengelolaan bisa dilakukan dinas terkait bersama KONI,” pungkasnya.(**)

Komentar

News Feed