oleh

Pengamanan Polda Kaltara Diperketat Kamis

Tanjung Selor – Pascaserangan oleh terduga seorang teroris di Mabes Polri, Jakarta, sekitar pukul 16.30 WIB, Rabu (31/3/2021), pengamanan mako Polda Kalimantan Utara diperketat.

“Iya sudah ada arahan dari bapak Kapolri Irjen Pol. Bambang Kristiyono dan Kapolda Irjen Pol. Bambang Kristiyono untuk pengamanan,” kata Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat kepada ANTARA di Tanjung Selor, Kamis.

Instruksi Kapolri dan perintah Kapolda untuk wilayahnya, yakni pengamanan Mako Polda serta Polres jajaran termasuk penggelaran giat kepolisian.

“Secara teknis pengamanan sudah disampaikan Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Erwin Zadma saat apel tadi pagi,” kata Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat.

Baca Juga  Pembangunan Gedung Diklat Kaltara Capai 40 Persen

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada media mengungkapkan bahwa pelaku teror yang melakukan penyerangan di Mabes Polri merupakan seorang wanita berinisial ZA.

“Bermana ZA (25), alamat di jalan Lapangan Tembak, Kepala Dua Wetan, Jakarta Timur. Berdasarkan face recognatiion, sesuai,” kata Kapolri kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3).

Listyo Sigit menjelaskan, wanita tersebut masuk melalui pintu belakang Mabes Polri melewati pos penjagaan. Kepada petugas, wanita tersebut menanyakan kantor pos yang berada di Mabes Polri.

Baca Juga  K3 Tingkatkan Produktivitas Kerja

“Oleh anggota ditunjukan. Namun kemudian yang bersangkutan kembali melakukan penyerangan yang ada di pos jaga,” tandas Kapolri.

Adapun ZA, merupakan “lone wolf” yang memiliki ideologi ISIS. Hal ini terbukti dari hasil profiling di media sosialnya didapati tulisan-tulisan yang terkait dengan perjuangan jihad.

Bahkan, sebelum melancarkan aksi penyerangan, ZA memposting di akun Instagram bendera ISIS.

“Yang bersangkutan ini adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi ISIS. Yang dibuktikan postingan yang bersangkutan di media soaial, yang bersangkutan memiliki akun IG yang baru dibuat 21 jam yang lalu. Dimana di dalamnya ada bendera ISIS,” ungkap Kapolri.

Baca Juga  Kemensos Lindungi Kelompok Anak Rentan

Pelaku juga diketahui merupakan mahasiswa salah satu universitas swasta, namun “drop out” pada semester lima perkuliahan.

Saat melakukan penggeledahan di kediamannya, Densus menemukan sepucuk surat wasiat yang ditujukan kepada orang tua pelaku.

“Ditemukan di rumahnya surat wasiat, dan ada kata-kata di WAG keluarga, kalau yang bersangkutan akan pamit,” beber Kapolri.

Atas kejadian ini, Kapolri meminta agar jajaranya tetap memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat namun meningkatkan pengamanan di seluruh tingkatan.

“Tingkatkan keamanan di markas komando maupun yg bertugas di lapangan,” pungkas Kapolri. (*/cr9)

Sumber : kaltara.antaranews.com

Komentar

News Feed